Published On: Thu, Aug 14th, 2014

Tahanan Narkoba Meninggal Dunia

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KOLAKANEWS.COM, – Tahanan polda Makassar kasus Narkoba atas nama Herialdi al Thomas, 34 tahun Meninggal dunia dalam perawatan kesehatan karena sakit. Di ketahui Herialdi mempunyai riwayat kesehatan sakit Asma sejak umur 16 tahun,dan selalu membawa obat Asma.

Pada hari Rabu 13 agustus 2014 Pukul 09.01 wita petugas klinik kesehetan Polda SulawesiSelatan melaksanakan pemeriksaan kesehatan Tahanan,termasuk terhadap tersangka saudara Herialdi al Thomas, hasil awal dari pemeriksaan kesehatan terhadap saudara Herialdi bahwa keadaan Umum menurut petugas dalam kondisi baik, namun saudara Herialdi diketahui mempunyai riwayat penyakit Asma sejak umur 16 tahun, oleh karena penyakitnya tersebut Pasien selalu membawa obat asma, dan selalu digunakan secara rutin, kemudian pukul 10.00 wita, petugas jaga tahanan melaporkan ke klinik bahwa tersangka saudara Herialdi mengalami sesak nafas, kemudian pukul 10.20 WITA petugas poliklinik kunjungi tahanan saudara Herialdi dan keadaan umum pasien makin sesak nafas, sehingga petugas klinik mengevakuasi / membawa pasien ke poliklinik kesehatan polda untuk dilakukan penanganan medis, kemudian pukul 10.30 wita langsung di pasang oksigen dan infus, pukul 10.40 wita pasien berhenti bernafas dan pada pukul10.45 wita pasien dinyatakan meninggal dunia. kemudian pasien dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum.

Herialdi tahanan yang telah meninggal dunia ini ditahan karena kasus Narkoba, tanggal 6 agustus 2014, sekitar pukul 15.00 wita, tim Dit Resnarkoba telah lakukan geledah disebuah rumah kost kamar 5 di jalan banta-bantaeng, hasil geledah ditemukan 5 paket di duga shabu dan 1 sisa pakai, alat bong isap terhadap Herialdi al Thomas, hasil introgasi bahwa Barang Bukti tersebut diperoleh dari “Ru” di diRutan bolangi,dengan cara transfer terlebih dahulu, kemudian diberikan di jl vetran dekat swalayan indo murah.Hasil periksa Urine dan Barang bukti dinyatakan positif Narkoba,sehingga tersangka dikenakan pasal 112 jo 114 dan 127 UU no 35/2009, tersangka termasuk residivis Narkoba,

Tiga kali ditahan/di vonis kasus narkoba tahun 2005 divonis 1 tahun, tahun 2008 divonis 3 tahun dan tahun 2011 divonis 3 tahun. Alasan tersangka gunakan Narkoba untuk penyembuhan penyakit asmanya. Kepala Bidang Humas Polda Sulsel “Endi Sutendi” membenarkan kejadian ini bahwa salah satu tahanan polda kasus narkoba telah meninggal dunia.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>