Kontraktor Proyek Pembukaan Jalan Ruas Jalan Kampus Politeknik Kolaka Bantah lakukan Penyerobotan Lahan dan Perusakkan Tanaman.

Kolaka, KN– Merasa tanah dan tanaman miliknya diserobot dan dirusak pada pengerjaan proyek pembukaan jalan ruas jalan kampus Politeknik Kolaka, Pemilik lahan perkebunan cengkih yang terletak di lingkungan Damarwulan Kelurahan Ulunggolaka , Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, kemarin Senin (4/9/2023} akhirnya melapor ke Kepoliisian Resor (Polres) Kolaka.

Ridwan, warga Kelurahan Kolakaasi, pemilik lahan mengaku terpaksa melaporkan hal tersebut ke pihak Kepolisian lantaran tanah diserobot dan tanamannya dirusak hingga mengakibatkan kerugian yang dialami.

“ Saya terpaksa melaporkan tindakan penyerobotan dan perusakkan tanah dan tanaman cengkeh saya ke pihak Polres Kolaka. Adapun tanah saya yang telah diserobot yakni panjang 133 meter  dengan lebar  1 meter. Sedangkan pohon cengkeh saya sudah ada 1 pohon yang tumbang dan telah mati,” kata Ridwan

Untuk itu kata dia dengan adanya laporan kepolisian tersebut pihaknya menyerahkan penyelesaian kasus tersebut ke ranah hukum.

Sementara itu pihak Kontraktor  Pelaksana  CV Anugera Multi Karya, Rin, yang mengerjakan  Proyek Pembukaan Jalan Ruas Jalan Kampus Politeknik Kolaka, di Lingkungan Damarwulan Kelurahan Ulunggolaka menyebutkan bahwa Kontraktor Pelaksana  CV Anugera Multi Karya hanya bekerja sesuai dengan gambar kontrak tang ada, termasuk mengikuti arahan pemerintah setempat. Jadi kata dia jika terjadi masalah komplain lahan, sebaiknya dilakukan penyelesaian dengan melibatkan pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Kolaka.

“ Kamihanya mengukuti arahan pemerintah setempat dan gambar kerja konsultan perencana dan pelaksanaannya pun didampingi oleh pemerintah setempat. Jadi jika ada masalah terkait lahan warga sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu dengan menghadirkan semua pihak dalam hal ini unsur pemerintah, konsultan dan prmilik lahan,” terangnya.

Pihaknya juga mengaku bahwa kontraktor pelaksana tidak melanjutkan pembukaan jalan di titik yang diduga pemilik lahan belum setuju untuk menyerahkan sebagian lokasinya untuk pembukaan jalan, sambil menunggu informasi yang akurat dari pemerintah mengenai lokasi yang diduga pemiliknya keberatan,” ungkapnya (rl/kn)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *