Lalonggopi, Desa yang Sejak Lahir tak Tersentuh Aspal.

  • Whatsapp

Kolaka, KN – Kondisi jalan di Desa Lalonggopi Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara kini mulai di keluhkan sejumlah warga di desa itu. Jalan sepanjang 2,5 kilo meter tersebut kini menyisahkan masalah seperti genangan air bercampur lumpur saat kondisi hujan dan debu saat kemarau. Belum lagi kondisi jalan yang berbatu karena struktur badan jalan hanya berupa perkerasan. Kondisi tersebut membuat kesulitan pengendara saat melintasinya. Apalagi saat mengantarkan keluarga mereka yang mengalami sakit menuju ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang letaknya terbilang jauh dari desa itu.

Desa Lalonggopi merupakan desa pemekaran dari Kelurahan Ulu Wolo pada tahun 2012 silam. Namun sejak ‘dilahirkan’ tak sekalipun jalan di desa ini tersentuh aspal. Padahal letaknya hanya berkisar 4,5 km dari ibu kota Kecamatan Wolo.

Kepala Desa Lalonggopi, Irwan membenarkan kondisi jalan di desanya yang hingga saat ini belum juga mendapat perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Kolaka. Padahal kata Irwan, setiap tahun pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) di Kecamatan Wolo, Pengaspalan jalan menuju ke desanya itu yang jadi usulan prioritas. Sayangnya hingga memasuki periode yang kedua menjadi Kepala Desa Lalonggopi usulannya itu tak kunjung realisasi.

“ Saya juga tidak mengerti kenapa jalan ini belum mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten, padahal jalan ini merupakan akses satu-satunya menuju kantor Desa Lalonggopi. Karena itu, saya seringkali diserang pertanyaan oleh warga tentang kapan jalan di desa kami diaspal atau kenapa hingga saat ini jalan tersebut belum diaspal” terang Irwan.

Sebagai ujung tombak Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka yang berada di desa, dirinya berharap kepada Bupati Kolaka kiranya dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan di Desa Lalonggopi yang kini telah berusia 10 tahun sejak menjadi desa yang otonom. (ab)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.