LSM Laporkan Mantan Kades Lamoiko

  • Whatsapp

Kolaka, KN – Mantan Kepala Desa Lamoiko Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dilaporkan oleh salah satu Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Wahana Rakyat Indonesia (WRI) Sultra. Laporan tersebut langsung ditujukan kepada Kapolres Kolaka.

Ketua DPP LSM WRI Sultra, Amir Kaharuddin mengatakan, berdasarkan informasi dan laporan masyarakat yang disampaikan kepada LSM WRI diketahui bahwa mantan Kepala Desa Lamoiko, bernama Johan saat masih menjabat sebagai Kepala Desa Lamoiko, diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara mencapai miliaran rupiah.

“ Dari informasi dan laporan masyarakat, kami melakukan penelusuran untuk mengetahui kebenaran informasi itu, dengan menemui sejumlah pihak yang terkait laporan tersebut. Selanjutnya kami melakukan suatu telaah atas data yang ditemukan dan berkesimpulan bahwa telah terjadi dugaan perbuatan melawan hukum yang melibatkan mantan Kepala Desa (Kades) Lamoiko bernama Johan,” kata Amir.

Salah satu isi surat laporan yang ditujukan ke Kapolres Kolaka bernomor: 144/02/DPP/LSM-WRI/Sultra/XI/2022, Ketua DPP WRI Sultra tersebut menyebutkan bahwa saat masih menjabat sebagai Kades Lamoiko, Johan melakukan pengadaan ternak sapi sebanyak 7 ekor dengan total anggaran sebesar 49 juta rupiah. Sayangnya kata Amir, berdasarkan hasil penelusuran WRI, bantuan tersebut diduga fiktif.

“ Jadi Sapi yang didokumentasi diduga adalah ternak sapi milik salah seorang kepala dusun saat itu,” terangnya.

Selain dugaan pelanggaran hukum tersebut, saat dia telah berhenti menjabat, mantan Kades Lamoiko diketahui masih menguasai sejumlah aset Kantor Desa Lamoiko berupa 2 unit komputer dan 1 unit printer.

“ Informasi yang dihimpun, di Kantor Desa Lamoiko terdapat 3 unit komputer dan 2 unit printer. Namun hingga saat ini dia hanya menyerahkan 2 unit komputer dan 1 unit printer ke Kepala Desa Lamoiko yang saat ini menjabat. Itu berarti masih ada sejumlah barang inventaris milik Desa Lamoiko yang masih dikuasainya,” kata Amir.

Selanjutnya Ketua WRI Sultra ini menyertakan sejumlah nama untuk dipanggil dalam memberikan keterangan, baik dalam penyelidikan maupun penyidikan yakni mantan Kades Lamoiko, Mantan Sekretaris Desa Lamoiko, Pengurus BUMDes Desa Lamoiko, para Kepala Dusun di Desa Lamoiko dan perwakilan warga.

Hingga berita ini diturunkan, mantan Kades Lamoiko belum bisa dikonfirmasi. (ab)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *