LSM Yapplik Apreseasi Keseriusan PT Vale bangun Pabrik di Kolaka

  • Whatsapp
Ketua LSM YAPLIK, Nasruddin Fokker

Kolaka, KN – Keseriusan mewujudkan pabrik High-Pressure Acid Leaching (“HPAL”) di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara dan dibuktikan dengan kedatangan langsung petinggi PT Vale Indonesia, Tbk (PT Vale) dan mitranya Zhejiang Huayou Cobalt Company Limited (Huayou) di Pomalaaa, diapreseasi sejumlah masyarakat Kabupaten Kolaka. Salah satunya datang dari LSM Yaplik.

Ketua LSM YAPLIK, Nasruddin Fokker menilai, kedatangan  Chairman Zhejiang Huayou Cobalt Company Limited Chen Xuehua (Chairman Chen) bersama CEO PT Vale Febriany Eddy adalah salah satu keseriusan untuk memulai projek yang telah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kabupaten Kolaka.

Read More

Chairman Zhejiang Huayou Cobalt Company Limited Chen Xuehua (Chairman Chen) bersama CEO PT Vale Febriany Eddy dan rombongan tiba di bandara Saniban dengan pesawat jet.

“Ini luar bisa, dan ini baru pertama kalinya ada jet pribadi dan mendarat di Banadara Saniban, orang nomor satunya perusahaan datang langsung, ini awal yang baik, terus terang keseriusan inilah yang ditunggu-tunggu masyarakat, apalagi nanti kalau dibuktikan dengan berdirinya pabrik,” papar Nasruddin.

Dia juga mengatakan perusahaan Zhejiang Huayou Cobalt Company Limited (Huayou) yang di gandeng PT Vale adalah perusahaan yang memiliki komitmen dalam investasi. “Saya sudah telusuri, ternyata perusahaan ini bisnisnya manufaktur bahan baterai Li-ion energi baru dan bahan kobalt baru, jadi saya yakin bisa diwujudkan, apalagi yang datang kosong satunya langsung,” terang Nas.

Meski demikian kata Nasruddin, keseriusan dan komitmen itu perlu dikawal terus, agar tidak menjadi bumerang bagi Vale lagi kedepan. “Dulu waktu rencana pembangunan smelter  dengan Sumitomo juga menggebu-gebu, tetapi tidak bisa terwujud, nah ini yang harus dibuktikan Vale agar tidak lagi menjadi bumerang, kali ini mudah-mudahan terwujud, kita masyarakat tentu akan mendukung,” tuturnya.

“Apalagi sudah ketemu dengan  Bupati Kolaka Ahmad Safei, saya kira momentum itu menjadi penguatan bagi kita bahwa rencana itu akan terwujud, ” tambahnya.

Dia juga menambahkan, keadiran PT Vale di Kolaka bisa menjadi contoh yang baik dalam praktik pertambangan di Kolaka yang saat ini masih carut marut.

“Beroperasi lebih dari 53 tahun di Sorowako,PT Vale menujukkan komitmennya dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan, coba lihat saja langsung disana, tidak seperti disini yang masih semerawut, nah mudah-mudahan kehadirannya bisa menjadi contoh bagi perusahaan tambang lainnya,” ungkapnya.

Untuk diketahui,  PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale” atau “Perseroan”, IDX Ticker: INCO) bersama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Limited (“Huayou”) (para “Pihak”), telah menandatangani Perjanjian Kerangka Kerjasama (Framework Cooperation Agreement – “FCA”) untuk mengembangkan fasilitas pengolahan High-Pressure Acid Leaching (“HPAL”) di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara (“Proyek HPAL Pomalaa”) pada April lalu. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.