Pengusaha Galeri Handphone di Bone Mengaku Ditipu Rp 1 Miliar Warga Kolaka.

  • Whatsapp

Kolaka, KN – Kekecewaan mendalam terlihat pada wajah Hj. Nur Aliyah , orang tua Andi Nizar Alfaidzin Abbas, pengusaha pemilik galeri handphone NZR Phone di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan yang mengaku korban aksi penipuan oleh dua  orang warga Kolaka bernama Nurhaya Nuhung dan Nurmi.  Nurhaya dan Nurmi merupakan dua orang saudara yang sebelumnya sekitar bulan Maret 2021 merupakan karyawan toko Galeria Bone yang saat ini telah berganti nama menjadi NZR phone yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Bone Sulawesi Selatan.

Kepada wartawan, Nur Aliyah menceritakan kronologis aksi penipuan yang dilakukan oleh mantan karyawan putranya itu, bahwa sebelum hengkang kembali ke Kolaka, kedua pelaku adalah karyawan yang dipercaya untuk mengelola aset keuangan milik tokoh yang bergerak di bidang penjualan handphone. Hanya saja dalam perjalanannya pelaku salah memanfaatkan kepercayaan yang diberikan pemilik Galeria Bone saat itu. Wal hasil dana sebesar  lebih dari Rp 1 miliar yang tersimpan dalam rekening toko tersebut raib dan tersisa hanya sekitar Rp. 15 juta saja.

“ Jadi kedua pelaku ini memang sudah menjadi karyawan yang sangat kami percaya untuk mengelolah keuangan hingga memegang buku rekening bank serta kartu ATM milik toko. Dalam rekening tersebut terdapat uang hasil penjualan handphone yang nilainya lebih dari Rp 1 miliar. Namun ketika kami  meminta laporan keuangan dari Nurhaya, dia memberikan respon yang  baik dan tak bisa menyampaikan laporan keuangan yang kami minta. Dengan sikap tersebut kami kemudian secara langsung mengecek ke bank dan diketahui ternyata isi rekening tersebut hanya tersisa sekitar 15 juta rupiah,” terang Nur Aliyah yang ditemui di salah satu hotel di Kolaka Selasa, (9/5/22).

Setelah mengetahui bahwa isi rekening toko milik anaknya raib, Nurhaya dan Nurmi diminta untuk bertanggung jawab terhadap raibnya dana tersebut. Sayangnya kata Nur Aliyah, mereka berdua tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan dana tersebut.

“Awalnya mereka mengakui jika menggunakan uang tersebut untuk keperluan uang muka pembelian alat berat dan akan mengembalikannya. Hanya saja setelah diberi waktu beberapa lama hingga saat ini dana tersebut tak kunjung dikembalikan,” terangnya.

Senada dengan orang tua korban, keluarga korban lainnya bernama Aco menambahkan bahwa saat ini kedua pelaku telah dilaporkan oleh korban ke pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.  Sebelum dilaporkan ke pihak kepolisian kata Acho, pihak keluarga dan korban selalu berupaya agar kasus penipuan dan penggelapan ini dapat selesai dengan cara baik-baik. Bahkan, sebelum membuat Laporan Polisi (LP) keluarga pelapor telah mengajak Nurhaya dan Nurmi bertemu namun tidak pernah diindahkan.

“ Kami telah beberapa kali mengundang Nurhaya dan Nurmi  kembali ke Bone untuk membicarakan masalah ini secara kekeluargaan, hanya saja dia selalu bicara berbelit belit dan tak berniat memenuhi undangan kami sehingga akhirnya kami berinisiatif untuk datang ke Kolaka menemuinya, namun di Kolaka pun kami tak pernah dihiraukan,” jelas Aco.

Dirinya berharap pihak Kepolisian secepatnya mengambil langkah hukum  untuk memproses kedua pelaku agar tidak memakan korban yang lain dan memberi efek jera kepada mereka.

“Harapan kami, pelaku segera diproses hukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya,” pungkasnya.

Sayangnya hingga berita ini dinaikkan, kedua warga Kolaka yang dilaporkan belum dapat ditemui untuk dimintai klarifikasi. (has/kn)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.