PT. Olam Indonesia & BMKG Kolaka Gelar Pelatihan Hidrometeorologi

  • Whatsapp
PT. Olam Cocoa Unit Kolaka bekerjasama dengan Stasiun Meteorologi Sangia Nibandera melaksanakan kegiatan Pelatihan Hidrometeorologi

Kolaka, KN – PT. Olam Cocoa Unit Kolaka bekerjasama dengan Stasiun Meteorologi Sangia Nibandera melaksanakan kegiatan Pelatihan Hidrometeorologi kepada masyarakat dua Desa yakni desa Langgomali Kecamatan Wolo dan Desa Konaweha Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Kepala BMKG stasiun meteorologi Sangia Nibandera,Danu Triatmoko mengatakan kegiatan ini dilaksanakan di tingkat petani dan nelayan guna memberikan pemahaman mengenai mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan cuaca ekstrim.

Read More

Menurutnya langkah ini dilakukan mengingat dua tahun terakhir sering terjadi bencana alam Hidrometeorologi seperti angin topan, tanah
longsor, banjir, kekeringan lahan dan gempa bumi.

Sehingga kata Danu pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait dengan perubahan iklim yang terjadi serta pentingnya mitigasi bencana guna mengurangi resiko bencana seperti gagal panen yang menimbulkan kerugian besar bagi petani.

“Dan masyarakat diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim global yang terjadi saat ini,” katanya.

Stasiun Meteorologi Sangia Nibandera Kolaka sebagai Unit Pelaksana Teknis BMKG di daerah kata dia bertugas untuk menyediakan informasi terkait iklim, cuaca dan gempa bumi serta memberikan pemahaman terkait perkembangan cuaca dan iklim yang terjadi di wilayah Kolaka Raya.

Namun ketika bertemu langsung dengan masyarakat jelas Danu banyak mendengar tentang keluhan para petani terkait gagal panen yang dialami karena curah hujan yang berlebihan dan itu disebabkan karena kurangnya informasi cuaca/iklim yang terjadi pada saat ini.

“Banyak yang belum mengetahui puncak curah hujan pada wilayah mereka yang sudah bergeser dan saat ini petani di dua desa tersebut masih berpatokan dengan ilmu dari turun-termurun yang tentu saja sudah sangat berbeda kondisi iklimnya akibat adanya perubahan iklim global,” jelas Danu.

Maka dari itu penting bagi petani untuk mengetahui keadaan sekarang, sehingga dapat mengetahui waktu yang tepat untuk bercocok tanam sehingga terhindar dari gagal panen.

BMKG berharap kedepannya para petani di Kolaka dapat meningkatkan pengetahuannya tentang iklim dan cuaca serta memanfaatkan teknologi informasi baik melalui aplikasi android maupun media sosial, sehingga update perkembangan kondisi iklim dan cuaca cepat diterima petani.

“Tim Stasiun Meteorologi Sangia Nibandera juga menyampaikan bahwa bagi masyarakat yang ingin mendapat informasi terkait update cuaca terkini di wilayah Kolaka Raya dapat mengakses akun resmi media sosial Instagram dan Facebook kami dengan alamat @infobmkgkolaka,” ungkap Danu Triatmoko. (yus)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.